BELAJAR DARI UM, LPMPP UNG PERKUAT SISTEM PENJAMINAN MUTU, REKOGNISI MAHASISWA, OBE, DAN PENGUKURAN CPL
Wandi Patalani | 06 Oktober 2026 | Dibaca 6 kali |

Foto Bersama

MALANG – Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan Benchmarking ke Universitas Negeri Malang (UM) dalam rangka memperkuat kapasitas penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran di lingkungan UNG.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026
bertempat di Ruang Rapat 507, Graha Rektorat Lantai 5 Universitas Negeri Malang, bersama Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) UM.

Rombongan UNG dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, ME, bersama tim LPMPP UNG yang terdiri dari Kepala LPMPP, Sekretaris LPMPP, Kepala Pusat Akreditasi Nasional, dan Kepala Pusat SIM dan SPMI.

Benchmarking ini tidak dimaksudkan untuk menyalin kebijakan UM secara mentah-mentah. LPMPP UNG datang untuk belajar, memahami praktik baik yang telah berjalan di UM, menilai relevansinya, dan mengadaptasikannya menjadi perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks UNG.Forum benchmarking membahas tiga tema strategis yang berkaitan langsung dengan mutu akademik, yakni rekognisi prestasi mahasiswa, KRE dan SKE, kurikulum berbasis OBE, pengukuran CPL, serta diferensiasi misi perguruan tinggi.
.

Dalam diskusi, terungkap bahwa rekognisi prestasi mahasiswa perlu dipandang sebagai bagian dari sistem pengembangan mahasiswa, bukan sekadar pemberian penghargaan.Pengakuan terhadap prestasi akan memiliki nilai kelembagaan apabila didukung kategori yang jelas, kriteria yang transparan, bukti yang dapat diverifikasi, mekanisme penetapan, serta pencatatan yang konsisten."Dengan sistem yang tertib, data prestasi tidak hanya untuk penghargaan, tetapi juga untuk pembinaan dan pelaporan kinerja," menjadi salah satu pembelajaran penting dari UM.

Pengembangan KRE/SKE juga menjadi perhatian. Sistem ini sebaiknya tidak berhenti pada akumulasi poin. Setiap aktivitas mahasiswa perlu memiliki tujuan pengembangan, bukti capaian, mekanisme verifikasi, dan hubungan yang jelas dengan pengalaman belajar.Bagi UNG, pengembangan instrumen serupa perlu diawali dengan pemetaan praktik yang telah berjalan di fakultas dan program studi.

OBE Harus Berujung pada Bukti Ketercapaian CPLPada tema kedua, LPPP UM membagikan pengalaman penguatan OBE pada tahun 2026 yang menempatkan RPS, evaluasi pembelajaran, dan pengukuran CPL sebagai bagian penting dari pengembangan kompetensi dosen.Pembelajaran utamanya: keberadaan RPS saja belum cukup. Program studi harus mampu menjelaskan hubungan antara profil lulusan, CPL, CPMK, asesmen, hasil pengukuran, analisis, dan tindakan perbaikan.

Bagi UNG, prioritasnya adalah membangun standar pengukuran CPL yang sederhana namun konsisten. Setiap CPL harus memiliki indikator terukur, mata kuliah kontributor, instrumen asesmen, rubrik, hasil pengukuran, analisis capaian, dan tindak lanjut. Hasil tersebut nantinya dapat digunakan LPMPP sebagai bagian dari audit mutu pembelajaran.Diferensiasi Misi Harus Berbasis DataTema ketiga membahas diferensiasi misi perguruan tinggi. UM membagikan pengalamannya dalam memperkuat orientasi riset menuju research university.

Pembelajaran bagi UNG, pilihan sebagai research university, teaching/education university, atau penguatan bidang tertentu, harus didasarkan pada pembacaan objektif terhadap posisi institusi, kapasitas SDM, pembiayaan, penelitian, pembelajaran, kerja sama, dan infrastruktur."Sebelum menentukan arah diferensiasi, UNG perlu melakukan baseline assessment. Keunggulan institusi harus dibuktikan melalui data, kemudian diperkuat melalui kebijakan dan alokasi sumber daya," demikian kesimpulan diskusi.

Sebagai hasil dari benchmarking ini, LPMPP UNG merumuskan lima keputusan awal yang akan ditindaklanjuti secara bertahap melalui pemetaan kondisi awal, penyusunan instrumen, pilot, evaluasi, dan perluasan
, Penyempurnaan kebijakan rekognisi prestasi mahasiswa, Pelaksanaan pilot KRE/SKE, Standardisasi pengukuran CPL dan audit OBE, Pembentukan tim kajian diferensiasi misi. dan Review tindak lanjut benchmarking sekurang-kurangnya setiap enam bulan

Keberhasilan tindak lanjut akan dinilai dengan skala kematangan 0-4, mulai dari belum tersedia hingga telah diterapkan, dievaluasi, dan menghasilkan perbaikan.

Melalui benchmarking ini, LPMPP UNG menegaskan komitmennya bahwa penguatan mutu tidak cukup melalui penambahan regulasi. Regulasi, proses operasional, dan sistem data harus dibangun sebagai satu kesatuan agar benchmarking benar-benar memberikan dampak kelembagaan yang nyata dan menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu berkelanjutan di UNG.

BAGIKAN :