BPOM RI LAKUKAN MONEV PELAKSANAAN SAPA BERDAMPAK DI LPMPP UNG
Wandi Patalani | 10 Juni 2026 | Dibaca 93 kali |

Foto Bersama

Gorontalo, Rabu 10 Juni 2026 – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan SAPA Berdampak di Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Negeri Gorontalo.

Kegiatan monev ini merupakan wujud penguatan sinergi program Sapa Kampus Berdampak antara BPOM RI dan UNG yang dikawal langsung oleh LPMPP UNG.

Monev berlangsung secara hybrid dan dihadiri tim monev dari BPOM RI, pimpinan LPMPP UNG, Koordinator SAPA Kampus, dosen pendamping, serta perwakilan mahasiswa peserta program. Evaluasi difokuskan pada 4 aspek: kesesuaian pelaksanaan dengan panduan SAPA Berdampak, pencapaian luaran pengabdian, efektivitas metode learning by doing, dan bukti dampak nyata di sekolah/UMKM mitra.

LPMPP UNG memfasilitasi pemaparan data mutu melalui presentasi, logbook mahasiswa, laporan akhir, dokumentasi kegiatan, serta hasil survei kepuasan mitra. Tim monev BPOM RI juga melakukan wawancara dengan dosen pendamping dan mahasiswa untuk menggali pengalaman lapangan dan tantangan implementasi.



Kepala LPMPP UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monev di LPMPP UNG.  

“Kami mengapresiasi BPOM RI yang langsung hadir melakukan monev di LPMPP UNG. Ini menegaskan bahwa SAPA Berdampak adalah program serius yang harus terukur dampaknya. LPMPP memastikan mahasiswa UNG tidak hanya ‘mengabdi’, tapi menyelesaikan masalah nyata: edukasi keamanan pangan, literasi BPOM, hingga pendampingan labelisasi UMKM. Hasil monev hari ini menjadi bahan evaluasi dan penguatan SPMI kami ke depan,” ujarnya.

Tim monev BPOM RI memberikan catatan positif terkait komitmen UNG dan sistem pendampingan LPMPP. Beberapa rekomendasi teknis juga disampaikan, seperti penguatan rubrik asesmen dampak, integrasi data SAPA ke SIM SPMI UNG, dan strategi keberlanjutan program di sekolah mitra pasca mahasiswa selesai.

Koordinator SAPA Kampus UNG menyatakan seluruh rekomendasi akan ditindaklanjuti melalui workshop penyamaan persepsi dosen pendamping dan revisi panduan teknis Batch berikutnya.

Melalui monev yang dilaksanakan di LPMPP UNG ini, UNG dan BPOM RI semakin menguatkan komitmen membangun ekosistem Kampus Berdampak. Mahasiswa hadir sebagai agen perubahan yang membawa literasi keamanan obat dan pangan langsung ke masyarakat Gorontalo.

BAGIKAN :