LPMPP UNG BERSAMA MAHASISWA UNG MENGAJAR BATCH 9 GELAR SOSIALISASI 3 DOSA BESAR PENDIDIKAN DI SMPN 7 TELAGA BIRU
Wandi Patalani | 28 April 2026 | Dibaca 56 kali |

Sosialisasi 3 Dosa Besar oleh Dr. Muhammad Yusuf, S.Pd., M.Pd

Gorontalo, 28 April 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Negeri Gorontalo melalui Pusat Praktik Kerja Pengalaman Lapangan bersama mahasiswa Program UNG Mengajar Batch 9 menggelar Sosialisasi 3 Dosa Besar Pendidikan di SMPN 7 Telaga Biru.

Kegiatan mengusung tema “Wujudkan Generasi Sehat dan Berkarakter: Stop Bullying, Narkoba, Kekerasan, dan Cegah Sejak Dini”. Program ini merupakan inisiasi mahasiswa Program UNG Mengajar Batch 9 yang saat ini telah diterjunkan ke lokasi sekolah mitra sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.

Bertindak sebagai narasumber, Kepala Pusat Praktik Kerja Pengalaman Lapangan LPMPP UNG, Dr. Muhammad Yusuf, S.Pd., M.Pd., menekankan urgensi pencegahan tiga dosa besar pendidikan yaitu perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi, termasuk penyalahgunaan narkoba. “Sekolah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk tumbuh. Melalui sosialisasi ini kita bangun kesadaran bersama bahwa bullying, narkoba, dan kekerasan bukan hanya melanggar hukum, tetapi merusak masa depan generasi. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekolah,” tegas Dr. Yusuf.

Kepala LPMPP UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., mengapresiasi langkah proaktif ini. “Program UNG Mengajar bukan hanya praktik mengajar di kelas. Mahasiswa didorong mengidentifikasi masalah nyata di sekolah mitra dan menghadirkan solusi. Sosialisasi 3 Dosa Besar Pendidikan ini adalah wujud kontribusi UNG dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan berkarakter,” jelas Prof. Elya.

Melalui kegiatan ini, LPMPP UNG menegaskan komitmennya mendampingi sekolah mitra membangun budaya positif dan sistem pencegahan dini terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah menjadi strategi penting dalam mewujudkan generasi emas Gorontalo yang bebas dari tiga dosa besar pendidikan.

BAGIKAN :