MAHASISWA UNG MENGAJAR LAKUKAN OBSERVASI AWAL SAAT DITERTJUNKAN KE SEKOLAH MITRA
Wandi Patalani | 10 September 2026 | Dibaca 58 kali |

Observasi Awal

GORONTALO – Setelah resmi diterjunkan di sekolah mitra pada Senin, 7-8 September 2026, mahasiswa Program UNG Mengajar Batch 10 Semester Ganjil TA 2026/2027 kini memasuki tahap Observasi Awal. Observasi awal ini menjadi bagian penting dalam penyesuaian dan penyusunan Rencana Program Kerja (RPK) yang akan dilaksanakan selama 4 bulan pengabdian di sekolah.

Salah satu mahasiswa UNG Mengajar, Andi, menjelaskan bahwa observasi awal dilakukan secara bertahap agar program yang dirancang sesuai kebutuhan sekolah."Observasi awal kami lakukan dengan wawancara bersama Kepala Sekolah untuk memahami visi, misi dan kebutuhan sekolah. Setelah itu kami lanjutkan dengan wawancara bersama staf guru, dan kemudian wawancara tidak terstruktur dengan siswa di dalam kelas," ujar Andi.

Menurut Andi, pendekatan yang dilakukan tidak hanya sekadar menggali informasi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan siswa."Kami berupaya membangun hubungan terapeutik sebagai metode pendekatan kepada siswa. Tujuannya adalah bagaimana caranya membangun suasana kelas yang aktif dan ceria, sehingga siswa merasa nyaman, terbuka, dan termotivasi untuk belajar," tambahnya.Melalui observasi ini, mahasiswa dapat memetakan permasalahan pembelajaran, karakteristik siswa, serta potensi yang ada di sekolah mitra untuk kemudian diterjemahkan dalam program kerja yang berdampak.

Menanggapi proses yang dilakukan mahasiswa di lapangan, Kepala LPMPP UNG Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd memberikan apresiasi atas kesungguhan mahasiswa UNG Mengajar Batch 10."Saya sangat mengapresiasi langkah awal mahasiswa yang telah melakukan observasi secara humanis dan mendalam. Ini adalah cerminan dari Program Kampus Berdampak. Mengajar bukan hanya soal mentransfer ilmu, tapi soal menghadirkan hati, membangun relasi, dan menciptakan kelas yang aktif dan ceria," ujar Prof. Elya.

Prof. Elya juga berpesan agar mahasiswa tetap menjaga etika, berkolaborasi dengan guru pamong, dan menjadikan observasi awal sebagai landasan untuk melahirkan program yang solutif."Jadikan observasi ini sebagai pondasi. Rancang program yang sederhana tapi berdampak. Hadirlah sebagai kakak, sahabat, dan motivator bagi siswa. Tinggalkan jejak kebaikan di sekolah mitra," pesan Prof. Elya.

Sebanyak 1.108 mahasiswa dari 18 Prodi Kependidikan UNG saat ini telah tersebar di Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango, dan secara resmi telah memulai rangkaian kegiatan pengabdian di sekolah.

BAGIKAN :