PEMBUKAAN PELATIHAN PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF, KUATKAN KAPASITAS DOSEN MENUJU AKREDITASI UNGGUL DAN KAMPUS BERDAMPAK
Wandi Patalani | 08 Juni 2026 | Dibaca 80 kali |

Foto Bersama

Gorontalo, 8 Juni 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan Pembukaan Pelatihan Pembelajaran Transformatif bagi Dosen UNG di Aula Lantai 2 LPMPP UNG, Kamis, 8 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, dan Gugus Penjaminan Mutu Program Studi dari seluruh fakultas di lingkungan UNG.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, ME. Dalam sambutannya, WR III menegaskan 6 arah strategis: perlunya penyesuaian cepat terhadap perubahan, kurikulum berorientasi hasil dengan mahasiswa sebagai learning center, kesiapan menghadapi transisi tahun depan, pentingnya sistem terstruktur dibanding ketergantungan pada individu, serta peran aktif UNG dalam SDGs 1, 4, dan 17.



Kepala LPMPP UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut pendampingan kurikulum menuju akreditasi nasional unggul di lingkungan Program Studi UNG Tahun 2026. “Kegiatan ini merupakan langkah konkret kita untuk menjawab tantangan besar pendidikan tinggi hari ini: bagaimana melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, adaptif, berkarakter, dan siap menjawab kebutuhan industri 5.0 serta SDGs 2030,” tegas Prof. Elya.

Ia menambahkan, prinsip-prinsip pembelajaran transformatif selaras dengan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional melalui pencanangan Program Kampus Berdampak oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kampus berdampak mentransformasi perguruan tinggi agar tidak hanya fokus pada menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan. “Hal ini akan memperkuat daya saing bangsa melalui pembangunan sumber daya manusia unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Dalam tataran global, pembelajaran transformatif juga memiliki dampak strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi prinsip pembelajaran transformatif, penyusunan CPL-CPMK, metode pembelajaran aktif seperti project based learning dan case method, serta desain asesmen autentik. Peserta juga praktik langsung menyusun RPS transformatif yang siap diimplementasikan dan diverifikasi saat asesmen lapangan akreditasi.Ketua Jurusan dan Koordinator Prodi yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai pelatihan ini memperkuat pemahaman kolektif dosen agar proses penjaminan mutu berjalan sistemik dan substantif, bukan hanya untuk keperluan dokumen akreditasi.



Dengan semangat kolaborasi, LPMPP UNG optimis pelatihan ini akan melahirkan ekosistem pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, berdampak pada masyarakat, dan menjadikan UNG sebagai kampus yang berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

BAGIKAN :